Bokep Viral Terbaru Koleksi 10 Vids Tante Rina Hijab Kalau Pap Kamera Bergoyang PEMERSATUDOTFUN

Koleksi 10 Vids Tante Rina Hijab Kalau Pap Kamera Bergoyang

Tidak ada voting

kamu melihat pesan ini karena adblocking menyala sehingga keseluruhan koleksi kami sembunyikan. kamu berusaha menghilangkan iklan maka kami juga akan menutup seluruh koleksi klik cara mematikan ADBLOCK
Download free VPN tercepat
Koleksi, Vids, Tante, Rina, Hijab, Kalau, Pap, Kamera, Bergoyang
Advertisement
video tak dapat diputar? gunakan google chrome, matikan adblock, gunakan 1.1.1.1
untuk menonton konten Koleksi, Vids, Tante, Rina, Hijab, Kalau, Pap, Kamera, Bergoyang yang ada pada kategori COLMEK, EXCLUSIVE CONTENT, JILBAB, SKANDAL, TANTE, VIRAL published pada 16 Mei 2024 sila click button Download lalu click STREAMING di atas untuk menyaksikan streaming Koleksi 10 Vids Tante Rina Hijab Kalau Pap Kamera Bergoyang secara free, dapat pula click STREAMING 1 etc button di bawah player. jangan lupa di fullscreen agar iklannya tidak muncul, jika keluar jendela iklan cukup tutup sahaja
Content Yang Serupa :
klik foto untuk besarkan saiz dan semak halaman seterusnya

Daftar Foto :



True Story


Juni 2001

Namaku Cindy, seoarang wanita keturunan, berusia 27 tahun dan aku memiliki seorang anak dari suami yang sangat kusayangi. Akan tetapi ada satu sifat dari diriku yang tidak dapat kukendalikan, aku merasa bahwa aku tidak dapat hidup dan bercinta hanya dengan satu laki-laki, aku senang menggoda dan bercinta dengan laki-laki yang kuanggap menarik, dan setelah itu meninggalkannya untuk kembali pada suamiku.

Agustus 1989

Dari SMP aku sudah mulai merasakan kejanggalan ini, dan yang mendukung sifatku ini adalah aku selalu dikelilingi oleh laki-laki yang menarik. Pertama kali aku melakukan masturbasi adalah sewaktu aku berusia 13 tahun, aku suka memainkan boba buah dadaku dan itilku sambil berimajinasi merasakan nikmatnya bercinta. Dan dari masturbasi seperti ini, aku mendapatkan kepuasan yang membuatku mencapai orgasme.

Pacar pertamaku waktu aku berusia 15 tahun adalah Rio, dia lebih tua 5 tahun dari aku, dia sudah cukup berpengalaman dalam hal seks, karena dia tahu aku suka berfantasi, maka dia sering mencium dan mengulum bibirku dengan penuh birahi. Apabila kebetulan orangtuaku sedang pergi, kami sering melakukan oral seks di kamarku atau di ruang tengah.

Aku paling terangsang bila dia melumat bobaku, menjilatinya sampai basah dan tangan satunya memainkan itilku. Karena aku terangsang, maka kuberanikan diri untuk memegang kontolnya. Kurasakan benda itu semakin mengeras dan mengeras. Kumasukkan tanganku ke dalam celananya, kubelai buah zakarnya, pangkal kontol dan kepalanya. Dia mengerang, ujung kepala kontolnya terasabasah, kumainkan dengan jari telunjukku, dia semakin kencang mengulum bobaku, dan aku pun mendesah nikmat. Kemaluanku mulai berdenyut-denyut, cairan nikmat itu semakin banyak keluar dan aku semakin tidak tahan.

Kudorong badan Rio sehingga posisiku berada di atasnya, kutarik celananya dan kelihatanlah kontolnya yang keras, tegak menantang. Aku belum pernah melihat kontol sebelumnya, oleh karena itu aku cukup kaget, tetapi nafsuku untuk mengulum kontol Rio lebih besar daripada rasa kagetku. Kupegang pelan batang kontolnya, tanganku naik turun perlahan mengikuti irama erangan Rio, kubelai dan kuciumi hingga puas. Rio menggelinjang keenakan. Kujilat dari pangkal ke atas, kukulum dan kusedot-sedot perlahan, kumainkan dengan lidahku, kugigit perlahan, erangan Rio semakin menjadi-jadi.






"Shh.., Rio nggak tahan lagi, Cindy.. Rio mau keluar..!" katanya waktu itu.
Aku tidak dapat menjawab, karena mulutku sedang mengulum batang kontolnya, aku hanya mendesah, menjilat, menggigit dan menyedot. Kemaluanku kembali berdenyut-denyut. Sambil mengulum kontol Rio, kumainkan boba buah dadaku bergantian dengan itilku. Aku pun sudah hampir mencapai orgasme, kugeser posisi tubuhku hingga membentuk posisi 69, dan Rio dengan cepatnya mejilatserta mengulum memekku.

"Ahh.., Cindy.. Keluarkan punyamu Sayang.. Aku sudah nggak bisa nahan lebih lama lagi, aku mau keluaarr.. Ouch.. ahh.. ahh.. ahh..!" erangan Rio dan eranganku semakin kencang dan menyemburlah air mani dari kontolnya di dalam mulutku.
Aku masih mengulum, menyedot dan menjilat sisa-sisa air maninya, kontol Rio berdenyut-denyut dan setiap kali kusedot, dia menggelinjang. Rio juga mejilat-jilat kemaluanku dan mengulumnya.
"Ohh.., it feels so good.." batinku saat itu.

Aku pun tergeletak di samping Rio sambil masih memainkan bobaku yang basah terkena cairan maninya, rasanya bobaku masih mengeras dan masih minta untuk dikulum dan dihisap, kemaluanku pun masih berdenyut-denyut, rasanya masih ada yang mengganjal meminta untuk dilampiaskan. Akhirnya dalam posisi telentang, tangan kananku kumainkan di kemaluanku dan tangan kiriku memilin-milin bobaku, kugesek-gesek dan kutekan tangan kananku di kemaluanku semakin cepat dan cepat sambil memejamkan mata dan membayangkan kontol di dalam memekku.

Rio yang dari tadi memperhatikanku mulai beringsut mendekatiku dan berbisik, "Mau aku bantu sayang..? Biar kamu dapat kepuasan lebih..?"
Aku hanya mendesah mengiyakan dan mulai menjerit kecil saat Rio menggigit pelan bobaku, dimainkannya satu persatu. Dihisap pelan, dimainkan dengan lidah, digigit, dijilat sampai akhirnya kemaluanku bertambah basah dan ada sesuatu yang mendesak ingin mencapai puncak kenikmatan. Tubuhku mengejang dan Rio semakin liar meremas kuat toketku. Aku terkulai dan tercapai sudah keinginanku untuk mendapatkan multi orgasme.

Dua tahun kemudian.

Saat ini aku sudah putus dengan Rio dan aku mempunyai seorang pacar yang usianya jauh lebih tua dari aku, 9 tahun bedanya. Menurutku dia seorang laki-laki yang cukup berpengalaman, terutama dalam hal seks, akan tetapi dia menganggapku anak kecil yang sama sekali belum mengerti tentang nikmatnya seks. Walaupun aku masih tetap perawan (dengan Rio aku hanya melakukan oral), tetapiaku benar-benar ingin merasakan nikmatnya berhubungan badan. Namanya Donnie, aku sangat menyukai tangannya yang kekar dan pantatnya yang bulat berisi, entah mengapa, aku selalu terangsang apabila melihat tangan yang kekar dan pantat yang berisi. Aku ingin sekali dia menyetubuhiku, dan aku berpikir bagaimana caranya dia tergoda olehku.

Waktu itu hari Minggu, dan kedua orangtuaku sedang bepergian ke luar kota. Aku tinggal di rumah hanya dengan pembantuku. Aku baru saja bangun tidur waktu kudengar pembantuku menerima telpon dari Donnie, dan Donnie mengatakan bahwa dia akan tiba di rumahku 10 menit lagi. Mungkin karena sudah beberapa hari ini produksi hormonku meningkat, aku merasa terus-menerus terangsang dan bernafsu sekali. Kuambil baju tidurku bewarna hitam yang berupa tank top dengan belahan dada rendah dan transparan, sehingga memperlihatkan toketku yang montok dan kenyal, bobaku yang mengeras menonjol keluar seperti sedang mempersiapkan diri untuk dikulum. Kuganti celana dalamku dengan g-string warna hitam senada dengan atasannya. Kuoleskan sedikit parfum kesukaan Donnie di belakang telinga dan belahan dadaku.

Aku berpesan kepada pembantuku, apabila Donnie datang, suruh saja langsung masuk ke kamarku, karena aku agak sedikit pusing. Aku kembali berbaring di atas tempat tidur, menutup kembali selimutku dan berpura-pura tidur sambil menunggu kedatangan Donnie. Tidak lama kemudian dia datang. Setelah pembantuku menyampaikan pesanku, kudengar perlahan-lahan dia masuk ke dalam kamarku. Bau harum menyegarkan dan merangsang datang dari tubuhnya, dia duduk di pinggir ranjang sambil membelai kepalaku dan membisikkan sesuatu di telingaku.
"Hi, Honey.. Kata bibi kamu sakit..? Pusing kenapa Sayang..?" katanya pelan dan manis sekali.
Aku menggelinjang dan membalikkan tubuhku menghadap dia. Sekilas sempat kulihat dia menelan ludah karena pahanya tersenggol oleh toketku, kusandarkan kepalaku di pahanya dan kutarik sedikit selimutku ke bawah, sehingga dia dapat melihat jelas gundukan dua bukit putih dan kenyal milikku. Kupeluk pinggangnya sehingga posisi wajahku menghadap ke perut dan kemaluannya, lalu kemudian aku bangkit dan duduk di pangkuannya.
Kupeluk lehernya, kubisikkan di telinganya dengan desahan nafasku yang hangat, "Aku pusing karena kamu nggak dateng-dateng.."

Donnie membalas pelukanku dengan erat, diciuminya pundak dan leherku sambil berbisik, "Mmmh, kamu sexy sekali, baumu sungguh merangsang, kamu tau aku paling nggak bisa tahan kalo kamu pake parfum ini.. Nanti kalo aku nggak tahan gimana..?"
Aku mengeratkan pelukanku dan menempelkan toketku ke dadanya sambil kugesek-gesekkan, kucium belakang telinganya, kujilat lehernya.
"Kalo nggak tahan, ya dikeluarin ajaa.. aahh..!"

Aku mengubah posisiku menjadi menghadap ke arahnya dengan kedua kakiku menjepit pinggulnya. Kuremas rambutnya yang hitam, semerbak wangi kelelakiannya membuat kemaluanku berdenyut-denyut. Donnie mengangkatku dan menidurkanku di atas ranjang, dia menciumi dadaku, membuka tali tank top-ku dengan mulutnya satu persatu, menyembullah toketku. Dia mulai menghisap dan menjilat bobaku, sementara tangan yang satunya meremas toketku yang satunya.

"Ouch.., Donnie.. aku paling terangsang kalo bobaku dikerjain, aku bisa lakukan apa saya yang kamu minta, asal jangan berhenti menjilat dan menghisap bobaku.. Ahh.. Ssshh..!"
Donnie semakin bernafsu mendengar kata-kata dan eranganku, kemaluannya sudah mulai mendesak dari celananya, kurasakan hal itu dan aku pun tidak tahan untuk tidak memegang kemaluannya. Kubuka resleting celananya dan kumasukkan tanganku ke dalamnya, kurasakan cairan hangat di ujung kepala kontolnya dan hangat batangnya, dia mengerang nikmat sambil menggigit boba toketku. Setelah itu dia menciumi seluruh tubuhku hingga aku terangsang hebat.

Dia memang sangat berpengalaman dalam hal ini, setelah itu aku berpindah ke depan kemaluannya dan mulailah aku melakukan aksiku membuat lelaki tergila-gila. Kucium ujung kontolnya, kujilat cairan yang terasa gurih, kumasukkan kepala kontolnya ke dalam mulutku, kuhisap-hisap dan kumainkan dengan lidahku. Donnie masih meremas dan memilin-milin bobaku sambil mengerang nikmat, kumasukkan lagi kontolnya lebih dalam ke dalam mulutku sambil kukocok-kocok dengan mulutku naik turun. Pertama perlahan, semakin lama semakin cepat. Donnie semakin kuat meremas toketku dan kemudian dia menarikku ke atas tubuhnya.

Donnie melepas celana dalamku dan aku duduk di atas kemaluannya, kugesek-gesekkan memekku di atas kontolnya sambil menggoyang-goyangkan tubuhku dan meremas serta memainkan bobaku. Aku mengerang, dan Donnie tampaknya sudah sangat terangsang oleh gerakan tubuhku. Dia duduk dan diangkatnya aku hingga kontolnya berdiri dan siap menusuk ke liang kemaluanku.
Aku memeluknya dan membisikkan, "Honey, I'm still virgin, so do it smoothly, because I want to feel the excitement.."
"Sure, sweetheart.. I'll do this very, very gently so you won't forget this moment.."

Perlahan dia mulai memasukkan batang kontolnya, terasa sempit sekali dan terasa panas, akan tetapi karena didorong oleh nafsuku yang sudah tidak tertahankan dan Donnie melakukannya dengan sangat berhati-hati, lama kelamaan seluruh batang kontolnya telah masuk ke dalam liang memekku dan terasa nikmat sekali. Ouch.., Donnie mulai menggerak-gerakkan pantatnya yang sexy dan aku mulai menggoyang-goyangkan pinggulku. Cairan yang keluar dari kemaluanku memang sangat membantu, terasa sempit, menjepit namun tidak sakit. Donnie semakin cepat menggerakkan kontolnya, maju dan mundur. Aahh, rasanya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, terlalu nikmat untuk diucapkan. Peluh membasahi kedua tubuh kami, hawa dingin yang keluar dari AC sudah tidak dapat mendinginkan kami yang sedang dibakar gairah.

Sambil menggoyangkan tubuhnya, Donnie kembali menghisap boba toketku dan membuatku gila. Rasanya aku tidak ingin dia melepaskan hisapannya. Kupeluk dia dan kujilat lehernya, kukulum bibirnya sambil mengerang nikmat.
Donnie membisikkan sesuatu padaku, "Rubah posisi yuk, sayang.. Aku yakin dengan posisi ini kamu bakalan ketagihan make love.."
Donnie kemudian mengangkat dan memutar tubuhku, sehingga aku membelakanginya, dia melakukan dogie style yang pada saat itu aku belum pernah membayangkan sampai kesitu.

Donnie kembali memasukkan batang kontolnya ke memekku dan maju mundur, dari perlahan hingga semakin cepat. Pengalamanku kali ini luar biasa, belum pernah aku merasakan kenikmatan yang seperti ini. Memang betul kata Donnie, ini akan membuatku ketagihan. Semakin cepat Donniemenggerakkannya, semakin aku terangsang dan merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang berbeda dengan yang kurasakan pada waktu masturbasi maupun oral.

Donnie memelukku dari belakang, meremas toketku dan membisikkan, "Ahh.. aku mau keluar.. kamu luar biasa, kamu bisa membuat aku begitu terangsang dan aku nggak mau kehilangan kamu.. ahh.. ahh.. ahh.."
Bersamaan dengan keluarnya mani Donnie, aku pun merasakan yang sama, cairan hangat milik Donnie membasahi memekku. Bau khas kejantanan itu menyetuh penciumanku. Aku mengatakan bahwa aku tidak menyesal melakukan hal ini, karena ini timbul dari keinginanku, tetapi Donnie mengatakan berulang kali bahwa dia tidak mau kehilangan diriku.

Setahun kemudian.

Aku berpisah dengan Donnie, karena aku tertarik dengan lelaki lain. Aku tidak mau menghianati Donnie dengan melakukan affair, oleh karena itu kuputuskan Donnie. Apabila Anda tertarik untuk mengikuti pengalaman saya selanjutnya, stay tune di www.pemersatu.fun.

TAMAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.