Bokep Viral Terbaru P167 Sir Danny Alter Pemuas Binor Dan Janda Muda 167 PEMERSATUDOTFUN

P167 Sir Danny Alter Pemuas Binor Dan Janda Muda 167

Tidak ada voting

kamu melihat pesan ini karena adblocking menyala sehingga keseluruhan koleksi kami sembunyikan. kamu berusaha menghilangkan iklan maka kami juga akan menutup seluruh koleksi klik cara mematikan ADBLOCK
Download free VPN tercepat
Sir, Danny, Alter, Pemuas, Binor, Dan, Janda, Muda
video tak dapat diputar? gunakan google chrome, matikan adblock, gunakan 1.1.1.1
untuk menonton konten Sir, Danny, Alter, Pemuas, Binor, Dan, Janda, Muda yang ada pada kategori TEEN published pada 5 Juni 2024 sila click button Download lalu click STREAMING di atas untuk menyaksikan streaming P167 Sir Danny Alter Pemuas Binor Dan Janda Muda 167 secara free, dapat pula click STREAMING 1 etc button di bawah player. jangan lupa di fullscreen agar iklannya tidak muncul, jika keluar jendela iklan cukup tutup sahaja
Content Yang Serupa :
Advertisement
klik foto untuk besarkan saiz dan semak halaman seterusnya

Daftar Foto :



Ronnie dan Julia 01


Edan! Teriakku seketika. Julia, pacarku minta three-some.
"Tenang, kamu kenal juga kok cewek ini." Lenny menenangkanku.
"Gila kamu! kamu panas atau apa?"
"Mas Ronnie, ayo donk. aku janji kalau kamu ngeliat dia bakal tegang deh! kalau nggak, aku turutin apa saja kamu mao deh."
"Emangnya sapa cewek itu? Kapan maunya?" Tanyaku mulai antusias. Aku harap cewek itu si Amy, cewekku punya cousin kalau bukan dia, si Monica, cousin Julia dari keluarga lainnya.
"Ntar kamu tahu saja deh. Besok aku bakal ke rumah kamu agak telat and bawa cewe ini deh."

Aku masih ingat waktu baru jadian sama dia. Malam itu juga, aku hilangkan dia punya keperawanan. Sejak itu pula, dia mulai gila seks. Pertamanya sih dia berontak and bilang nggak mau. Tapi habis merasakan kontolku masuk memeknya, langsung tiap kali ketemu minta kontolku. Soal mengulum pun begitu, dia mulanya nggak mau juga tapi akhirnya ketagihan juga dia sama rasa spermaku. Kadang-kadang kalau aku nyetir keluar kota di Indonesia barengan sama dia, aku harus berhenti di pinggir jalan beberapa kali. Haus katanya. Minta spermaku terus tuh anak.

Malam itu aku nggak bisa tidur memikirkan posisi-posisi dan kemungkinan yang ada untuk pesta besok. Akhirnya, aku kalah juga dengan nature dan tidur nyenyak malam itu. Pagi-pagi aku bangun dan masih ingat mimpiku. Aku mimpi main bertiga, aku, Amy dan Julia. Aku siap-siap ke sekolah dan berangkat naik bus. Aku murid di satu sekolah pria di Singapore dan karena adanya krisis moneter, aku dilarang naik Taxi ke sekolah. aku tinggal sendirian dan temanku banyak yang sering ke rumahku untuk nonton BF atau bersenggama sama pacarnya. Sampai di skolah aku melamuni saja apa yang bakal terjadi nanti malam.

"Ting tong", belku berbunyi. Dalam hati aku tahu itu Julia. Makan malam yang baru kubuat langsung kusimpan and aku "open the door". Benar juga dugaanku, itu si Julia.
"Kok sendirian Jul, mana teman kamu?" aku tanya.
"Wah, Mas Ronnie sudah ngebet yah? Tenang Mas, dia setengah jam lagi dateng, dia bakal bawa teman loh", Dia tersenyum nakal. Siapa lagi yang bakal ikutan. kalau yang ikutan cowok, malas ah pikirku.





"Cowok atau cewek sih yang bakal sama dia?"
"Rahasia dong! Ntar kamu tahu sendiri deh. Eh mana dinnernya?" aku keluarin dinnernya dan kami makan malam. Pas, aku habis cuci-cuci bel pintu bunyi lagi. aku bukakan pintu.

Gila! pikirku. Semua yang bakal kusetubuhi ini malam cewek-cewek impianku deh. Di depan pintu ternyata Amy dan Monica. Body Amy yang aduhai bikin aku ngiler, tapi muka cewekku si Julia memang paling cakep dari mereka bertiga, sementara si Monica ini kaya dua orang punya kelebihan digabung saja. Aku nggak bisa ngomong apa-apa. Aku cuma tercengang bengong melihati mereka berdua. Julia muncul dari belakang dan mempersilakan mereka masuk. Sambil menutup pintu, Julia mengelus kontolku yang mulai keras. "As I told you Ron, you'll be fucked happy tonight." Katanya setengah berbisik.

Gimana mau tahan? Mereka berdua pakai baju ketat banget, apa lagi si Amy, gila dia punya breast, gede banget, si Monica pun juga gede tapi masih kalah sama 36D-nya Amy. Cewekku punya sih biasa saja, 33C. Si Monica pasti at least 35C. Tanganku mulai gatal, jadi aku permisi mau ke WC dengan alasan mau buang air besar. Sampai di WC, kontolku langsung kukeluarkan dan aku langsung saja mengocok. Sambil mengocok kututup mata membayangkan Ngentot sama tiga cewek ini. Tiba-tiba saja, pintu WC-ku kebuka. Tiga cewek keren itu memperhatikan kontolku menyemprot sperma ke lantai WC. Aku shock dan malu. Langsung saja aku buru-buru sembunyikan kontolku ke dalam celana dalamku. Rupanya si Julia mengambil kunci serep WC dan membuka pintu WC ini.

"Eh kita lagi nikmat-nikmat nonton kok di sembunyiin sih?" Tanya Amy dengan nada seksi.
"Iya tuh." sambung Julia dan Monica bersamaan. Aku cuma bisa diam saja. Amy masuk ke dalam diikuti sama Julia dan Monica. Aku berdiri, belum sempat pakai jeans-ku, dan mau balik ke kamar, di-stop oleh Amy. Tangannya masuk ke dalam celanaku dan mulai mengelus-ngelus kontolku. Kontolku langsung saja bangun dan siap kerja. Mereka bertiga kelihatannya lumayan terkesan dengan kontolku. Sambil mengelus-ngelus pelan, Amy terkadang meremas dengan lembut. Enak banget rasanya. Tiba-tiba saja, si Amy merik kontolaku dengan tujuan agar aku ikuti dia keluar. Genggamanya yang kuat dan tarikannya yang tiba-tiba, membuatku merasa sedikit tidak enak.

Sampai di kamar, dia langsung mendorongku ke ranjang. Si Amy sendiri mulai melepas bajunya dan rok mininya. Ternyata dia nggak pakai BH atau celana dalam. Gila, dia punya buah dada dan perut kencang sekali. Bulunya pun dicukur habis, seperti anak kecil. Dia langsung tarik turun celana dalamku dan mulai memberiku kuluman. Mulutnya bergerak naik turun, dan badannya berada di atasku. Memeknya ditaruh di depan mukaku seolah-olah minta dijilat. Aku menoleh dan memandang ke arah Julia. Julia ternyata sudah lagi 69 dengan Monica. Julia melirik ke arahku seolah mengerti kalau aku minta persetujuan dia untuk menjilati dan 'menggitui' si Amy. Dia nggak tanya atau apa-apa, cuma mengangguk dan meneruskan pekerjaanya. Aku buka kaosku dan langsung menjilati si Amy. Pertama mulai dari memeknya, tapi dalam satu gerakan, aku sekaligus sentuh dia punya clitoris. Dia sudah basah banget.

Amy langsung saja mendesah, "Ohh Ron, lick me there, suck my cunt! Lick my Clit! Make me cum!" tanganku yang dari tadi diam mulai main dengan pentilnya. Efeknya nggak perlu menunggu lama-lama. Sebuah aliran deras membasahi mukaku dan untuk sementara gerakan mulut Amy berhenti. Rupanya Amy sudah klimaks. Amy kemudian melanjutkan blow job-nya, tapi aku suruh dia berhenti. Aku suruh dia tiduran di ranjang sebentar. Aku pergi ke lemari mencari kondomku tapi nggak ketemu. Aku langsung saja berteriak, "Eh gimana nih, kondomku sudah habis."

Si Amy cuma ketawa dan bilang, "Tenang saja Mas Ronnie kita-kita ini pakai pil kok. Selain itu, kita-kita ini dijamin nggak ada penyakit loh." Aku langsung saja balik ke ranjang dan menciuminya. Dia pun membalas ciumanku dengan ganasnya. Tanpa perlu ku arahkan lagi, homing missile-ku langsung kumasukan ke memeknya, memeknya yang basah dengan sedia menerima kontolku yang gede itu. Tapi baru masuk sedikit aku mulai merasakan hambatan yang berada di dalam lubang cintanya itu.

"Kamu masih perawan toh, kamu yakin kasih aku masuk." Tanya aku. Kalau dia bisa jaga keperawanannya selama ini, aku salut dan menghargai keteguhan imannya.
"Masukin donk Ron, aku mohon. Yang lain pada kecil jadi aku nggak kasih masuk. Kamu punya gede sih jadi pasti nikmat." Jawabnya dengan suara yang memelas.
"Siap yah, pertama bakal sakit loh."
"Iya iya, cepetan donk."

Aku langsung tancapkan masuk aku punya kontol. Mukanya menunjukkan rasa sakit. Kubiarkan kontolku beristirahat di dalam lubang cinta itu sesaat untuk membiarkan Amy terbiasa dengan kontolku dulu. Sementara itu aku mulai menciumi dan memencet serta memainkan toket si Amy. Si Amy mulai mendesah keenakan. Mukanya yang penuh sakit sudah hilang. Sementara itu erangan Julia dan Monica pun semakin keras dan dalam waktu sekejap erangan berganti dengan teriakan-teriakan "I'm cumming", "Enak" "Aku climax", dan sebagainya, akhirnya mereka pun diam. Aku pun mulai maju mundurkan pinggulku. Gerakanku itu membuat Amy mendesah "Oooh.. nice.. wonderful.." semakin cepat tempoku, semakin keras juga erangannya. Aku menurunkan bagian atas badanku untuk menciumi buah dadanya yang indah. Amy menaruh kedua tangannya di belakang kepalaku. Dalam posisi begitu, kuangkat dia dan seluruh berat badan dia bertumpang di pantatnya yang kupegang. Kudorong badannya ke dinding dan kontolku masuk ke memeknnya sambil berdiri. Kakinya memeluk perutku. Dalam posisi ini, gravitasi pun membantu gerakan kami dan kontolku serasa masuk semakin dalam. Setelah lima menit berlalu, aku merasakan bakal nggak lama lagi klimaks, aku langsung kasih tahu Amy. Jawabannya cuma, "Ron, Fuck harder.. kerasan donk.. tancap gas Ron.. fuck me like a slut Ron." Mendengar kata-kata kotornya, aku semakin bergairah. Gerakanku semakin cepat dan akhirnya aku merasakan otot-otot memeknya mulai kencang, kupercepat gerakanku dan akhirnya aku merasakan gelombang deras menabrak kontolku. Akhirnya aku tidak tahan lagi. Aku mulai menyemprotkan spermaku. Semprot demi semprot masuk ke dalam lubang cinta Amy.

Kami berdua kelelahan dan akhirnya berbaring di ranjang beberapa untuk istirahat. Belum puas beristirahat, Monica datang, rupanya setelah main 69 dengan Julia tadi dia masih belum berpakaian. Melihat badannya yang aduhai dan mukanya yang manis, membuat darahku mendidih penuh nafsu. Dengan sebuah elusan mesra, kontolku yang sudah capai akhirnya bangun lagi.

"Burung yang hebat!" komentar Monica.
"As I said!" balas Julia.

Setelah itu dia langsung memasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dan seperti vacuum cleaner, kontolku disedotnya. Aku cuma bisa mendesah kecil. Kemudian dia langsung bilang, "Fuck me in the ass." Aku langsung ke lemari mengambil baby oil, aku olesi baby oil di kontolku dan di pantatnya. Pelan-pelan kumasukan kontolku ke lubangnya dengan osisi doggy style. Setelah kontolku masuk semuanya, aku mulai menyetubuhinya pelan-pelan. Dengan irama yang pelan, buah dadanya yang keren itu bergesekan dengan permukaan mejaku. Setiap kali buah dadanya bergesek dengan meja, otot-otot memeknya semakin kencang. Aku biarkan begini terus untuk lima menit. Akhirnya dua tanganku memainkan buah dadanya. "Ooh.. ooh.. yes baby.. do it yes.. pinch my nipple.. oh yes.. Ron, I'm cumming soon." Tangan kiriku mulai main dengan clitorisnya sementara tangan kananku memainkan pentil dan toketnya, sementara aku fuck dia di pantatnya dengan lebih cepat. Akhirnya dia teriak "Yess! I'm Cumming!" Setelah itu dia langsung mengemut kontolku sekali lagi. Sesekali dia menghisap seperti vacuum cleaner. Amy dan Julia sambil menonton, mereka finger fuck each other.

Melihat pemandangan yang erotik ini aku langsung mulai merasakan tanda-tanda mulai akan klimaks. Kucoba kasih tahu Monica, tapi dia diam saja dan tetap menghisap kontolku. Akhirnya semprotan demi semprotan ditelannya dan sampai kontolku mulai lemah pun masih dia hisap, seolah-olah seperti cerutu saja di mulutnya. Akhirnya Julia dan Amy pun mencapai klimaks.

Aku benar-benar capai. Sewaktu Julia mendatangiku, aku cuma bisa geleng kepala tanda tak kuat lagi. Tapi Julia tidak putus asa. Dia menciumi aku dan mengikuti jejak Julia, mereka juga mulai menciumiku sambil memainkan kontolku. Setelah begitu sampai lima belas menit, mereka akhirnya putus asa juga. Tapi Julia tersenyum nakal. Dia memanggil cousin-cousinnya dan mengajak mereka keluar. Mereka kembali berpakaian. "Julia pasti marah deh", pikirku. "Kenapa sih kontolku nggak bangun-bangun pikirku lagi. Lima menit kemudian, mereka bertiga masuk lagi, kali ini mereka membawa satu CD. Aku mulai bertanya-tanya apa yang mereka mau. Akhirnya setelah menyalakan CD, mereka mulai berdansa, dan akhirnya mereka bertiga give me a strip tease show. Kontolku yang sudah loyo bangun lagi seperti Tugu Monas. Walaupun sudah melihatku ready, mereka tidak stop dancing sampai akhirnya mereka telanjang lagi.

"Ron, kita bertiga sudah siapin rencana supaya kita berempat bisa fucking in one go. Mau nggak?" tanya Julia.
"Masih tanya lagi. Tentu saja mau dong!" jawabku dengan penuh antusias.
Mereka semua mulai merunduk dalam posisi doggy style di tanah. Satu di belakang satunya. Akhirnya paling belakang adalah Julia. Aku langsung mengerti maksud mereka. Sewaktu aku fuck Julia, dia langusng lick Amy, dan akhirnya Amy bakal lick Monica.

Aku langsung siap dan langsung saja fuck Julia dari belakang. The chain reaction pun mulai akhirnya kami berempat mengerang keenakan. Aku pun menemukan memek kesukaanku. Biarpun sudah sering kubobolin, tapi memek Julia yang satu ini memang benar-benar kencang. "Ahh.. ohh.." kita berempat terus menerus mengerang. Setelah 7 menit, akhirnya cewek-cewek ini mendapatkan klimaks mereka. Amy dan Monica sudah 'KO'. Aku juga melihat, kalau Julia sudah capai.

"Jul, kamu capau ya?"
"Iya nih, tapi kamu belon klimaks, terusin saja."
"Nggak deh Jul, ntar kamu sakit."
"Mas Ronnie memang baik deh. Gini saja Mas, aku kasih kamu breast fuck aku aje ok?"

Dengan senang hati aku menerimanya. Aku mulai menyiram baby oil ke dada Julia yang sedang rebah di ranjang. Badannya kini mengkilap oleh pantulan cahaya lampu. Aku tekan dua buah toket tersebut agar mendekat. Akhirnya, di bawah sepasang toket itu aku masukan kontolku. Aku sekarang maju mundur seperti kesetanan, Amy dan Monica pun mendekat. Setiap kali kontolku tembus, mereka pasti menjilat kepalanya. Setelah 8 menit, aku tidak tahan lagi, melihat gelagat ini Julia langsung berdiri dan berusaha untuk menghisapnya. "Argh.." teriakku. Semprotan pertama mengenai tenggorokannya dan semprotan kedua mengenai mukanya, semprotan-semprotan berikutnya ditelan habis oleh Julia. Spermaku yang tidak masuk ke mulutnya mulai turun ke toketnya. Amy dan Monica mulai membersihkannya sementara aku menciumnya dan merasakan rasa spermaku. Akhirnya mereka semua menginap semalam di rumahku. Hari itu Jum'at malam. Besoknya adalah hari libur. Apa saja yang terjadi besok pasti keren deh.

Pagi menjelang. Sinar mentari pagi menerangi kamarku yang berantakan karena kejadian semalam. Amy, Monica dan Julia masih tidur nyenyak di ranjangku. Gila! Ternyata kejadian semalam bukan mimpi. Kontolku langsung tegak lagi. Enggak mau bangunin mereka, aku bangun dan terus ke dapur untuk membuat makan pagi. Baru masuk dapur dan lagi mencari mie instant, aku merasa ada tangan yang memainkan kontolku dan melukku dari belakang.

Aku langsung menoleh. Ternyata si Julia. Aku cium dia di bibir dan kasih tahu dia aku mau masak. "Eh, aku sudah laper nih." Katanya dengan senyumnya yang nakal.

Dia mulai menghisap kontolku yang dari tadi tegak. Aku langsung mundur beberapa langkah dan duduk di kursi. Sedetik pun tidak dia lepaskan kontolku ini. "Ohh.." itu saja yang bisa keluar dari mulutku. Mulutnya yang imut terus naik turun dan dari pipinya bisa kelihatan kalau dia lagi menghisap kontolku dengan kerasnya. Lidahnya memainkan kontolku. Ooh, betapa enaknya pikirku. Jarang sekali dia sudah aktif pagi begini. Monica dan Amy tiba-tiba muncul di pintu dapur dan langsung senyum.

Bersambung ke bagian 02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.