Bokep Viral Terbaru P21 Lini 18Yo Abg Viral 21 PEMERSATUDOTFUN

P21 Lini 18Yo Abg Viral 21

Tidak ada voting

kamu melihat pesan ini karena adblocking menyala sehingga keseluruhan koleksi kami sembunyikan. kamu berusaha menghilangkan iklan maka kami juga akan menutup seluruh koleksi klik cara mematikan ADBLOCK
Download free VPN tercepat
Lini, Abg, Viral
Advertisement
video tak dapat diputar? gunakan google chrome, matikan adblock, gunakan 1.1.1.1
untuk menonton konten Lini, Abg, Viral yang ada pada kategori TEEN published pada 15 Mei 2024 sila click button Download lalu click STREAMING di atas untuk menyaksikan streaming P21 Lini 18Yo Abg Viral 21 secara free, dapat pula click STREAMING 1 etc button di bawah player. jangan lupa di fullscreen agar iklannya tidak muncul, jika keluar jendela iklan cukup tutup sahaja
Content Yang Serupa :
Advertisement
klik foto untuk besarkan saiz dan semak halaman seterusnya

Daftar Foto :



Hengky - 2


Dari Bagian 1


Ciuman Hengky kini berubah menjadi jilatan yang menyusuri leherku, turun terus ke arah dadaku, dan kembali ke samping tubuhku. Hengky lalu bangkit dan membalik badanku lagi, sehingga aku kini telungkup. Hengky melepaskan kait BH-ku dan kini menjilati punggungku sepanjang tulang belakang, membuatku menggigit bibirku guna menahan suara desah kenikmatan yang kurasakan. Aku makin menenggelamkan wajahku ke bantal, tatkala lidah Hengky tiba di daerah pinggulku.

Tangannya menurunkan karet celana dalamku dan menciumi daerah sekitar belahan pantatku, yang membuatku mengangkat sedikit pinggulku. Rupanya gerakan otomatis tubuhku itu dimanfaatkan oleh Hengky untuk menurunkan celana dalamku sampai sebatas paha, dalam posisi setengah menungging memberikan Hengky kesempatan menjilati daerah sensitif yang sangat sempit antara dubur dan memekku.

Sungguh sensasional, getaran yang diberikan dari lidahnya langsung menaikkan tegangan birahiku ke titik tertinggi. Energi berupa sentuhan lidah yang sangat ringan diteruskan secara merata dan sama besar ke seluruh jaringan saraf kenikmatanku. Ini menyerupai prinsip kerja Hidrolik, dengan gaya yang kecil dari lidahnya, mampu menghasilkan gaya angkat yang sangat besar yang diteruskan melalui aliran darahku, kebetulan Hengky adalah mahasiswa Fakultas Teknik mungkin ini adalah salah satu praktek ilmu yang didapatnya.

Well, setelah mengalami orgasme aku langsung jatuh telungkup, ini membuat akses ke daerah celah sempit di pinggulku tertutup dari serangan Hengky, sehingga dia membaringkan dirinya di sampingku, seraya menumpangkan kakinya ke atas pantatku, dan tangannya membelai rambutku dan mengelus punggungku yang agak basah karena jilatan Hengky dan keringatku sendiri. Hengky menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua, karena memang Bandung pada saat-saat itu dalam masa pancaroba dari musim panas ke musim hujan, sehingga suhu udara sangat dingin dibandingkan dengan bulan-bulan lain dalam setahun.

Saat aku mencoba memulihkan kesadaranku, kurasakan kemaluan Hengky yang masih terbungkus celana dalam mengganjal di pahaku, aku menghadapkan wajahku ke arah Hengky, yang tampak tersenyum sangat simpatik ke arahku.

"Astaga, enak sekali rasanya, saya tidak akan melupakan saat ini." Bisikku sambil mengelus pipi Hengky.





"Aku juga tidak mau kehilangan waktu untuk menciummu sayang." Balas Hengky dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, cukup dekat sehingga hidungku yang mancung dapat terjangkau oleh lidahnya.

Bibirku bisa menciumi dagunya yang terasa kasar ditumbuhi jenggot pendek. Aku membalikkan tubuhku, sehingga kami berdua saling berhadapan dalam posisi rebahan side by side. Pada saat jeda ini kami biasanya bercakap-cakap, menyatukan perbedaan pikiran, berbagai masalah kuliah, keluarga, bahkan masalah keuangan biasa kami diskusikan. Aku tak ingat masalah yang kami bicarakan saat itu, tapi aku ingat, setiap kali kami selesai bercinta, rasa cinta di dalam hatiku senantiasa bertambah kepadanya.

Tangan Hengky meraba-raba buah dadaku, menyentuh-nyentuhkan ujung kukunya di pentil susuku, membuat gairahku bangkit kembali. Tanganku merambat menyusuri dadanya, dan perutnya yang ditumbuhi rambut yang cukup lebat.

Aku merapatkan tubuhku, sehingga kami dapat saling berciuman. Kali ini tanganku merogoh celana dalam Hengky dan mengelus batang kemaluannya dan juga kedua buah pelirnya. Sambil terus berciuman, aku mendorong tubuhnya hingga telentang, dan kutindih dadanya dengan sebagian tubuhku, sehingga tanganku dapat dengan leluasa bermain dengan kejantanannya. Aku terus memagut bibirnya, dan perlahan turun ke dadanya, dan ke boba.

"Terbalik sayang." Hengky berkata.
"Terbalik apa?" Aku heran dan bertanya.
"Mestinya saya yang netek, bukan kau!" katanya sambil mendorong tubuhku hingga rebah.

Tidak kuat melawan tenaganya, sehingga aku hanya rebah tak berdaya. Hengky menindih tubuhku, dan menyedot boba susuku. Dan sangat efektif untuk membangkitkan gairahku. Segera terasa cairan di liang senggamaku, Hengky menciumi dadaku dan melempar selimut yang menutupi tubuh kami. Saat itu tak kusia-siakan, aku bangkit dan menduduki perutnya, kusodorkan dadaku ke mulutnya, sehingga Hengky langsung rebah telentang.

Tanganku meraba ke bawah, mengocok kemaluannya yang telah keras. Sedotan Hengky di boba susuku terasa melambungkan gairahku. Aku lalu turun dan melepaskan celana dalamku dan membantu Hengky melepaskan celana dalamnya. Melihat kontolnya yang Erma, aku langsung menciumi batang itu, menjilati sepanjang batangnya, berputar-putar di kantung pelirnya, sambil sebelah tanganku merayap di perutnya. Saat aku memasukkan batang kemaluannya ke rongga mulutku, terdengar desah Hengky seperti baru melepaskan beban di pundaknya.

"Oh.. Enak sekali Yang." Suara Hengky terdengar lirih, sambil tangannya menyibak rambutku, sehingga ia dapat memandang mulutku yang sedang mengulum kemaluannya.

Menatap matanya yang keenakan, menambah semangatku dan makin mempercepat gerakan kepalaku, dan menambah kuat sedotan mulutku. Kadang kuselingi dengan permainan lidah di dalam mulutku, menjilati kepala kontolnya. Saat kutarik hingga hanya kepalanya kontolnya tersisa di mulutku, lidahku kugerak-gerakkan seolah sedang berciuman. Kulihat Hengky tidak mampu bersuara, hanya mulutnya yang terbuka, mencoba menghirup lebih banyak oksigen. Hengky adalah pria pertama yang kuoral, meskipun keperawananku bukan kuserahkan padanya. Nanti akan kuceritakan saat hilangnya keperawananku, juga bagaimana aku memperoleh kepuasan dari kakakku.

"Sini sayang, aku ingin mencium memekmu." Hengky berkata.

Aku berputar, sehingga selangkanganku berhadapan dengan wajahnya. Kami berposisi 69, dan masing-masing melakukan kegiatan sendiri. Saat lidah Hengky menyapu memekku, aku langsung melayang, terasa Hengky menyapu semua cairan memekku, membersihkan semua lendir di celah memekku. Sangat nikmat terasa, membuatku semakin liar mengulum kontolnya.

Kontol Hengky berukuran normal pria Indonesia, tampak gagah tersunat rapi. Ini yang membuatku sangat menikmati oral sex, ini merupakan kontol bersunat pertama yang kudapatkan, dengan lelaki sebelumnya belum kutemukan. Aku sangat menikmati setiap kontur kontol Hengky, dengan menggerakkan lidahku mengitari palkon, menelusuri setiap titik di bagian itu membuatku semakin tergila-gila pada benda itu.

Dengan sedikit mengerahkan tenaga karena harus melawan arah natural kontol itu. Setiap kali kontol itu terlepas dari jepitan bibirku, langsung terpental seolah terbuat dari bahan elastis. Hengky melipat lututnya, sehingga kepalaku berada di tengah kedua pahanya, dengan kedua tanganku aku menahan posisi pahanya agar tidak mengurangi daerah pergerakan kepalaku. Sementara di arah yang berlawanan, terasa sangat nikmat Hengky menjilati itilku, sementara tangannya masuk ke liang senggamaku, bergerak keluar masuk terlalu nikmat untuk dideskripsikan di sini.

Tak mau ketinggalan, aku pun mengeluarkan kemampuan oral terbaikku, kujilati sepanjang urat besar di bagian bawah batang kontol Hengky, dan kuteruskan sampai ke pelernya, tidak hanya sampai di situ, lidahku terus ke arah duburnya, menjilat dengan liar, tampak menunjukkan hasil, Hengky menggerakkan pinggulnya ke atas, membuat lidahku bisa semakin jauh menjelajahi daerah selangkangannya.

"Sayang, masukin.." kata Hengky.

Aku lalu bangkit, dan mengubah posisiku, kali ini aku berhadapan dengan Hengky, dengan bertumpu pada lututku. Kuraih kontol Hengky dari tangannya yang sedang mengelus, dan langsung kuarahkan ke memekku. Terasa nikmat saat benda itu menerobos masuk secara perlahan, menyusuri celah memekku. Kulihat Hengky tersenyum, matanya terpejam, kulepaskan tanganku dari batangnya, dan mulai memelintir bobanya.

Hengky membuka matanya, dan tangannya meraih toketku. Sambil meremas toketku, Hengky menggerak-gerakkan pinggulnya, memaksa kontolnya masuk lebih dalam lagi. Aku juga senantiasa bergerak menyesuaikan gerakan kami berdua. Kadang dengan agak memiringkan tubuhku, sehingga pada saat Hengky menarik kemaluannya, sangat terasa gesekan di sisi dalam memekku.

Tiba-tiba aku merasakan peningkatan rangsangan, saat Hengky mengarahkan jari telunjuknya ke itilku, sehingga menguras seluruh pertahananku. Digesek dan ditekan membuat diriku terasa melayang dan kehilangan pijakan. Tubuhku langsung ambruk seketika, menindih Hengky, perubahan posisi ini membuat Hengky tidak bebas menggerakkan jemarinya yang terhimpit di antara tubuh kami. Tetapi pinggulnya tetap bergoyang lembut, mengantarkan diriku menikmati detik demi detik puncak kenikmatan seksual.

Setelah melalui orgasme, perlahan gairahku kembali berkobar, dengan goyangan batang kontol di tengah jepitan memekku. Hengky dengan konstan tetap menstimulasi memekku dengan batang nikmatnya. Aku mengangkat badanku, dan memutar membelakangi Hengky, setelah mengarahkan, kontol Hengky langsung kududuki, dan menelan habis semua batang kontol Hengky. Posisi favoritku, selain doggy style, juga woman on top, sehingga dengan berada di atas dan membelakangi Hengky, terjadi kombinasi optimum. Apalagi saat Hengky bangkit setengah duduk, dan tangannya menggapai buah dadaku yang ikut bergoyang, menambah sensasi kenikmatan posisi ini.

Tak lama Hengky kemudian mendorong tubuhku, dan mengambil alih posisi di atas, dengan napasnya yang menderu, ia menyelipkan kontolnya ke memekku. Setelah mendiamkan sejenak, Hengky mulai bergoyang, lututku ditekuk dan agak diangkat sehingga pinggulku ikut terangkat. Sebelah tangannya membantu menahan kedua kakiku, sedangkan yang satunya menyerbu itil yang kurang mendapat sentuhan pada posisi ini. Kami sering mendiskusikan berbagai posisi, sehingga bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan setiap posisi favorit kami.

Posisi ini adalah favorit Hengky, sebab ia bisa melihat dengan jelas bagaimana proses keluar masuk batang kontolnya ke memekku. Kadang dengan menggunakan jempol dan jari tengahnya ia merapatkan kedua belahan memekku, dan jari telunjuknya mengerjai itilku. Setelah bergoyang beberapa menit, Hengky lantas mencabut kontolnya, dan mengocoknya dengan tangan, dan segera muncrat spermanya, kental putih dan bau yang khas segera memenuhi ruangan kamarnya itu.

"Ah.. Enak sekali sayangku.." Hengky akhirnya mampu mengeluarkan suaranya setelah mengalami ejakulasi.
"Saya selalu mau main denganmu, kapanpun kau mau!" Kataku sambil berusaha membantunya mengocok kontolnya.

Ia lalu berbaring di sisiku, dan mengambil kertas tissue. Setelah membersihkan seluruh tumpahan spermanya, ia memelukku dengan erat dan menciumi bibirku. Seluruh badanku terasa lemas, terutama daerah pinggulku, namun di sisi lain, terasa pikiranku fresh. Sungguh indah kenikmatan seks. Saat kuletakkan kepalaku di dada Hengky, dan dibelai dengan lembut, sambil sesekali mencoba mengatur rambutku, saat itu tak terbayangkan bahwa kemudian kami harus putus.

Kami putus setahun setelah Hengky lulus kuliah dan pindah ke Jakarta. Meskipun selama periode itu ia sering ke Bandung untuk weekend, tetapi itu saja tak mampu mempertahankan hubungan kami. Aku, seorang wanita bersuami, yang telah memberikan kesetiaan dan kegadisanku kepada orang lain. Syukurlah suamiku adalah seorang yang tolol, ia sungguh percaya bahwa ia adalah lelaki pertama yang merobek memekku. Aku masih selalu membayangkan Hengky, terutama saat sedang bersenggama dengan suamiku, dan aku sangat beruntung mendapatkan suami yang cukup tolol, sehingga kecuranganku selama ini bisa kututupi dengan mudah.

Saya percaya bahwa kami bukanlah satu-satunya pasangan mahasiswa yang melakukan hubungan seks, mungkin suamiku juga pernah melakukannya. Cerita ini mulai saya susun pada tahun 2001, saat aku putus dengan Hengky, berusaha sesedikit mungkin mengubah conversation, lokasi tidak saya rinci terlalu jauh. Sekedar mengingat cerita indah di antara kami, sekaligus sebagai tumpahan perasaan sesalku saat menyetujui anjuran orang tuaku untuk memutus hubungan kami.

Biarlah, setidaknya aku berusaha mempertahankan citra diriku sebagai anak yang penurut, juga setidaknya menghapus kecurigaan keluargaku yang meragukan status keperawananku. Pembaca bisa menghubungi saya, melalui penulis, salah seorang e-friends, yang tidak pernah mengetahui ID saya secara jelas. Lebih aman sekiranya kita bercerita kepada seseorang yang tidak kita kenal, sehingga probabilitas bocor bisa mendekati titik nol. Salam.


Bandung, 20 September 2004

*****

Catatan: Semua nama yang digunakan dalam cerita ini adalah rekaan belaka, lokasi adalah seperti yang diberikan oleh pelaku. Aku hanya bertindak selaku editor, sebagian adalah hasil copy-paste dari email. Beberapa kalimat percakapan mengalami perubahan dan dipotong karena terlalu banyak mengandung unsur bahasa daerah yang tidak kumengerti. Sesuai dengan amanat pelaku, ia tidak ingin pengalaman ini kemudian membuatnya kebanjiran email, sehingga hanya sebagian tertentu yang akan dijawabnya.


E N D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.