Bokep Viral Terbaru P7 Dede Lenny 18Yo Abg Sange 7 PEMERSATUDOTFUN

P7 Dede Lenny 18Yo Abg Sange 7

Tidak ada voting

kamu melihat pesan ini karena adblocking menyala sehingga keseluruhan koleksi kami sembunyikan. kamu berusaha menghilangkan iklan maka kami juga akan menutup seluruh koleksi klik cara mematikan ADBLOCK
Download free VPN tercepat
Dede, Lenny, Abg, Sange
Advertisement
video tak dapat diputar? gunakan google chrome, matikan adblock, gunakan 1.1.1.1
untuk menonton konten Dede, Lenny, Abg, Sange yang ada pada kategori TEEN published pada 28 Mei 2024 sila click button Download lalu click STREAMING di atas untuk menyaksikan streaming P7 Dede Lenny 18Yo Abg Sange 7 secara free, dapat pula click STREAMING 1 etc button di bawah player. jangan lupa di fullscreen agar iklannya tidak muncul, jika keluar jendela iklan cukup tutup sahaja
Content Yang Serupa :
Advertisement
klik foto untuk besarkan saiz dan semak halaman seterusnya

Daftar Foto :



Gejolak Nafsu Terpendam - 2


Dari bagian 1

Tak terasa sudah lima hari aku berada di rumah Mas Iwan. Selama lima hari pula aku menikmati tubuh Tante Sari, mertuanya yang haus sex. Tante Sari yang sepuluh tahun menjanda, betul-betul puas dan ketagihan bersetubuh denganku. Meski telah berusia setengah baya, tapi nafsu birahinya masih meletup-letup, tak kalah dengan gadis remaja.

Sore itu, sehabis mandi dan berpakaian, Mas Iwan mengajakku jalan-jalan. Katanya mau ketemu seorang teman yang sudah lama dirindukannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, sampailah kami di rumah teman Mas Iwan. Sebuah rumah yang berada dikawasan yang cukup elite. Kedatangan kami disambut dua orang wanita kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira. Keduanya sama-sama cantik dan sexy. Mas Iwan memperkenalkanku pada kedua teman wanitanya.

"Mas Iwan, aku kangen banget," katanya sambil memeluk Mas Iwan.
"Aku juga Rin," sahut Mas Iwan.

Sambil meminum kopi susu yang disuguhkan Mbak Rina, kami bercakap-cakap. Mbak Rina duduk dipangkuan Mas Iwan. Dan Mas Iwan merangkulnya dengan mesra. Mbak Rina tanpa malu-malu menceritakan, kalau Mas Iwan adalah pacar pertamanya dan Mas Iwanlah yang membobol perawannya.

Mbak Vira hanya tersenyum mendengar cerita kakaknya yang blak-blakan. Makin lama kelakuan Mbak Rina makin mesra saja. Tanpa malu-malu, dia mengecup dan melumat bibir Mas Iwan dan Mas Iwan menyambutnya dengan sangat bernafsu. Aku jadi risih menyaksikan kelakuan mereka. Sekitar sepuluh menit mereka bercumbu di depan kami.

"Kita lanjutin di kamar aja say," kata Mbak Rina pada Mas Iwan. Mas Iwan mengangguk tanda setuju, sambil membopong tubuh Mbak Rina ke dalam kamar.





"Kalian jangan ngintip ya," kata Mas Iwan pada kami sambil tersenyum.

Aku dan Mbak Vira hanya bengong melihat kemesraan mereka. Tanpa menghiraukan larangan Mas Iwan, Mbak Vira beranjak dari tempat duduknya sambil meraih tanganku menuju kamar Mbak Rina. Kami kemudian berdiri di depan pintu kamar Mbak Rina yang terbuka lebar. Dari situ aku dan Mbak Vira melihat Mas Iwan merebahkan tubuh Mbak Rina diatas ranjang dan mulai melepaskan gaun Mbak Rina. Aku terkesima melihat mulusnya dan sexynya tubuh Mbak Rina, ketika seluruh pakaiannya dibuka Mas Iwan.

Nafsu birahiku tak tertahankan lagi, kontolku menegang dibalik celanaku. Tanpa sadar kupeluk tubuh Mbak Vira yang berdiri di depanku. Mbak Vira diam saja dan membiarkanku memeluknya. Malah tangan dibawa ke belakang dan disusupkan ke balik celanaku. Mendapat perlakuan seperti itu, nafsuku semakin memuncak dan kontolku semakin menegang. Apalagi saat Mbak Vira menggerak-gerakkan tangannya mengocok-ngocok batang kontolku.

Sementara di dalam kamar, Mas Iwan menarik tubuh Mbak Rina ketepi Ranjang. Kedua paha Mbak Rina dibukanya lebar-lebar. Maka terpampanglah memek Mbak Rina yang indah, dihiasi bulu-bulu yang dicukur rapi. Mas Iwan kemudian berjongkok dan mendekatkan mulutnya kebibir memek Mbak Rina.

"Ohh.. Say.. Yang.. Nikk.. Mat," desah Mbak Rina tertahan, ketika Mas Iwan mulai menjilati memeknya. Lidah Mas Iwan menari-nari dan mencucuk-cucuk memek Mbak Rina. Pantat Mbak Rina terangkat-angkat menyambut jilatan Mas Iwan. Kedua pahanya terangkat dan menjepit kepala Mas Iwan.

"Sudah.. Say.. Aku.. nggak tahan.. Masukin punyamu say," pinta Mbak Rina penuh nafsu. Mas Iwan kemudian berdiri dan melepaskan semua pakaiannya.

Dengan sedikit membungkukkan badannya, Mas Iwan memegang kontolnya dan mengarahkannya ke lubang memek Mbak Rina yang telah basah dan merah merekah. Slepp! Kepala kontol Mas Iwan mulai memasuki memek Mbak Rina.

"Aow.. terus.. Say.. terus.. Entot," seru Mbak Rina, ketika Mas Iwan mulai mendorong pantatnya naik turun. Kontolnya keluar masuk dari memek Mbak Rina.

Melihat Mas Iwan dan Mbak Vira sedang bersetubuh di depanku, membuat nafsu birahiku semakin tinggi. Kususupkan tanganku ke balik celana dalamnya. Dapat kurasakan memeknya yang telah basah, pertanda Mbak Vira juga bangkit nafsu birahinya. Kucucuk-cucuk memeknya dengan jari-jariku. Dia mendesah penuh nafsu. Mbak Vira mengimbangi dengan semakin cepat mengocok-ngocok kontolku. Sekitar sepuluh menit Mbak Vira mengocok kontolku. Mbak Vira kemudian menyudahi kocokkannya dan membalikkan badannya, menghadap ke arahku. Ditariknya celanaku hingga terlepas.

Setelah celanaku terlepas, keluarlah kontolku yang tegang penuh dan mengacung-acung dengan bebasnya. Mbak Vira terpukau melihat kontolku yang besar dan panjang. Mbak Vira kemudian berjongkok dikakiku, wajahnya berada pas di depan selangkanganku. Mbak Vira mendekatkan mulutnya kebatang kontolku. Mula-mula dia menjilati kontolku dari kepala hingga pangkalnya. Terus dia mulai mengulum dan menghisap kepala kontolku.

Kemudian sedikit demi sedikit batang kontolku dimasukkannya ke dalam mulutnya sampai kepala kontolku menyodok ujung mulutnya. Dan mulutnya penuh sesak oleh batang kontolku. Dengan lihainya, Mbak vira mulai memaju-mundurkan mulutnya, membuat kontolku keluar-masuk dari dalam mulutnya. Mataku merem-melek merasakan nikmat dan badanku serasa panas dingin merasakan kulumannya.

Mbak Vira sangat lihai mengulum kontolku. Kudorong maju pantatku dan kujambak rambutnya, membenamkan kepalanya ke selangkanganku. Sekitar lima belas menit berlalu Mbak Vira menyudahi kulumannya, dan melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian dia berdiri menghadap ke dinding.

"Oohh.. Akhh.. Akuu.. nggak tahann.. Don," serunya tertahan.
"Entot aku.. Entott.. Don," imbuhnya.

Kutarik sedikit tubuhnya dari belakang, hingga dia menungging. Kuraih batang kontolku dan kuarahkan pas ke lubang memeknya. Dan aku mulai mendorong maju pantatku, hingga kepala kontolku masuk ke lubang memeknya.

"Aow.. Pelan-pelan Don," pekiknya, ketika seluruh batang kontolku masuk ke lubang memeknya yang masih sempit. Pekikkan yang keluar dari mulutnya membuatku semakin bernafsu dan pelan-pelan kumaju-mundurkan pantatku.

"Akhh.. Enakk.. Don.. Enakk.. Banget," desahnya sambil menoleh ke belakang sambil tersenyum padaku.
"Akhh.. Akuu.. Ke.. luarr, Rin," teriakkan Mas Iwan dari dalam kamar mengejutkanku, namun tak menghentikan sodokkanku pada Mbak Vira.
"Aku.. jugaa.. Sayang," sahut Mbak Rina pada Mas Iwan.

Sedetik kemudian Mas Iwan dan Mbak Rina mencapai orgasme bersamaan. Mas Iwan menumpahkan spermanya di dalam memek Mbak Rina. Kemudian Mas Iwan merebahkan tubuhnya disamping tubuh Mbak Rina, dan tertidur pulas.

Sementara itu, aku semakin cepat memaju-mundurkan pantatku, membuat Mbak Vira berteriak-teriak saking nikmatnya. Kurasakan memeknya berkedut-kedut semakin lama semakin cepat dan menjepit kontolku.

"Donn.. Donii.. Akuu.. Mauu.. Keluarr," teriaknya panjang.
"Tahann.. Mbak.. Aku.. Belum.. Apa-apa," sahutku.
"Akhh.. Akuu.. Tak.. Tahan.. Don.. Akuu," jawabnya terputus dan memeknya semakin keras menjepit kontolku.

Tak lama kemudian Mbak Vira mencapai orgasme. Kurasakan ada cairan-cairan yang merembes didinding memeknya. Kucabut kontolku dari lubang memeknya dan kusuruh dia berjongkok dihadapanku. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkangku. Mbak Vira mengerti maksudku. Dia mulai menjilati dan menghisap-isap kontolku lalu mengulumnya. Sambil tangan kirinya mengusap-usap buah pelirku.

Sedetik kemudian Mbak Rina datang membantu, dan langsung berjongkok dihadapanku. Lidahnya dijulurkan untuk menjilati buah pelirku. Tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontolku. Secara bergantian, kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira, mengocok-ngocok, menjilati dan mengulum kontolku. Kontolku keluar dari mulut Mbak Vira kemudiam masuk ke mulut Mbak Rina, kemudian keluar dari mulut Mbak Rina lalu masuk kemulut Mbak Vira, begitulah seterusnya. Hingga kurasakan kontolku berkedut-kedut.

"Mbakk.. Akuu.. Mauu.. Ke.. Keluarr," jeritku.
"Keluarin di mulutku Don," sahut mereka hampir bersamaan.

Dan crott! crott! crott! Spermaku muntah dimulut Mbak Vira yang sedang kebagian mengulum. Mbak Vira menelan spermaku tanpa rasa jijik sedikitpun. Kemudian Mbak Rina merebut kontolku dari Mbak Vira dan memasukkan ke mulutnya. Dan tak mau kalah dengan adiknya, sisa-sisa spermaku dihisap dan dijilatinya sampai bersih.

"Kamu puas Don," kata Mbak Vira.
"Puas sekali Mbak, Mbak berdua luar biasa," sahutku.
"Kamu mau yang lebih seru nggak,"kata Mbak Rina.
"Mau, mau Mbak,"sahutku.

Mereka kemudian mengajakku ke kamarnya, dimana Mas Iwan sedang tertidur pulas sehabis bersetubuh dengan Mbak Rina. Mbak Rina menyuruhku tidur terlentang diranjang. Mbak Rina kemudian menarik kakiku, hingga pantatku berada ditepi ranjang dan kakiku menjuntai kelantai. Lalu Mbak Rina berjongkok dilantai dengan wajah berada pas di depan selangkanganku. Mbak Rina mulai mengusap-usap dan mengocok-ngocok batang kontolku yang masih layu, sehabis orgasme. Kurasakan sedikit ngilu tetapi kutahan.

Mbak Rina menyudahi usapan dan kocokannya. Dan mulai menjilati dan menghisap-isap kontolku dimulai dari kepala hingga pangkal kontolku dijilatinya. Lidahnya berputar-putar dan menari-nari diatas batang kontolku. Puas menjilati kontolku, Mbak Rina kemudian memasukkan kontolku ke mulutnya. Hampir seluruh batang kontolku masuk kemulutnya. Dan kurasakan sedikit demi sedikit kontolku mulai menegang didalam mulutnya, hingga mulutnya penuh sesak oleh batang kontolku yang sudah tegang penuh. Mbak Rina sangat pintar membangkitkan birahiku. Mulutnya maju mundur mengulum kontolku. Pipinya sampai kempot, saking semangatnya mengulum kontolku.

Melihat kakaknya yang sedang menjilati dan mengulum batang kontolku, Mbak Vira nafsunya bangkit lagi. Dia meraba-raba dan memasukkan jari-jari tangan kirinya ke dalam memeknya sendiri, sedangkan tangan kanannya meremas-remas buah dadanya hingga mengeras dan padat. Diiringi desahan-desahan penuh birahi.

Puas bermain-main dengan memek dan buah dadanya sendiri, Mbak Vira kemudian naik ke atas tubuhku. Dan mengangkangi wajahku. Lubang memeknya berada pas diatas wajahku. Dia menurunkan pantatnya, hingga bibir memeknya menyentuh mulutku. Kujulurkan lidahku untuk menjilati memeknya yang telah basah. Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot itilnya, dia mengerang-erang merasakan nikmat. Mbak Vira menarik rambutku, membenamkan wajahku diselangkangannya. Kepalaku dijepit dengan kedua paha mulusnya.

Kini kami bertiga, aku dan kakak beradik sedang berlomba mencari kepuasan. Mbak Vira sedang kujilati memeknya, sedangkan pada bagian bawah tubuhku Mbak Rina dengan asiknya mengulum batang kontolku. Beberapa waktu berlalu Mbak Rina melepaskan kulumannya, dan berjongkok diatas selangkanganku. Dengan tangannya, diraihnya batang kontolku dan diarahkannya ke lubang memeknya. Bless! Dengan sekali dorongan pantatnya, masuklah seluruh batang kontolku ke dalam memeknya yang basah tapi hangat.

Lalu Mbak Rina menaik turunkan pantatnya, sambil mengeluarkan desahan-desahan nikmat dari mulutnya. Sesekali pantatnya diputar-putar hingga kontolku serasa dipelintir. Saat menikmati goyangan Mbak Rina, aku terus menjilati memek Mbak vira sambil memasukkan jari-jariku ke lubang anusnya. Sedang asiknya aku menjilati memek Mbak Vira, kurasakan memeknya berkedut-kedut.

Beberapa detik kemudian ada cairan yang keluar dari dalam memeknya. Mbak Vira mencapai orgasme. Pahanya makin keras menjepit kepalaku. Tanpa rasa jijik kusedot dan kutelan cairan memeknya.
Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, Memek Mbak Rina juga berkedut-kedut, otot-otot memeknya menegang.

"Ohh.. Don.. Aku.. Keluar," teriak Mbak Rina.

Air maninya mengaliri deras dan membasahi batang kontolku. Kemudian dia terkulai lemas sampingku. Membuat kontolku yang masih tegang terlepas dan mengacung-acung. Mbak vira yang kondisi sudah pulih sehabis orgasme, kemudian berjongkok diatas selangkanganku, menggantikan kakaknya. diraihnya kontolku dan diarahkannya ke lubang anusnya. Mbak Vira menurunkan pantatnya sedikit demi sedikit hingga seluruh batang kontolku masuk ke lubang anusnya. Kurasakan kontolku seperti dijepit dan dipijit-pijit oleh sempitnya lubang snusnya.

"Oohh.. Mbak.. Nikk.. Matt.. Enakk,"teriakku, ketika Mbak Vira mulai menaik turunkan pantatnya, membuat kontolku keluar masuk dari lubang anusnya. Sesekali dia menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan, membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Sekitar tiga puluh menit Mbak Vira mengentot tubuhku.

"Mbakk.. Akuu.. Ke.. Keluarr," jeritku.

Kurasakan kontolku berkedut-kedut dan crott! crott! crott! kutumpahkan seluruh spermaku di dalam lubang anusnya. Mbak Vira kemudian merebahkan tubuhnya diatas tubuhku. Sambil menindihku dia tersenyum puas. Malam itu, aku dan Mas Iwan menginap disana. Dan berpesta sampai pagi, sampai kami sama-sama puas dan kelelahan.

Ke bagian 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.