Bokep Viral Terbaru P8 Safitri Jilbab Viral Bikin Sange Pecinta Bokep Indo 8 PEMERSATUDOTFUN

P8 Safitri Jilbab Viral Bikin Sange Pecinta Bokep Indo 8

Tidak ada voting

kamu melihat pesan ini karena adblocking menyala sehingga keseluruhan koleksi kami sembunyikan. kamu berusaha menghilangkan iklan maka kami juga akan menutup seluruh koleksi klik cara mematikan ADBLOCK
Download free VPN tercepat
Safitri, Jilbab, Viral, Bikin, Sange, Pecinta, Bokep, Indo
Advertisement
video tak dapat diputar? gunakan google chrome, matikan adblock, gunakan 1.1.1.1
untuk menonton konten Safitri, Jilbab, Viral, Bikin, Sange, Pecinta, Bokep, Indo yang ada pada kategori JILBAB, TEEN published pada 28 Desember 2023 sila click button Download lalu click STREAMING di atas untuk menyaksikan streaming P8 Safitri Jilbab Viral Bikin Sange Pecinta Bokep Indo 8 secara free, dapat pula click STREAMING 1 etc button di bawah player. jangan lupa di fullscreen agar iklannya tidak muncul, jika keluar jendela iklan cukup tutup sahaja
Advertisement
klik foto untuk besarkan saiz dan semak halaman seterusnya

Daftar Foto :



Perselingkuhan Ibuku 05


Dua hari kemudian, aku pergi sejak pagi ke rumah temanku. Ibuku tinggal sendirian di rumah, adikku masih pergi liburan. Waktu aku pulang agak siang, aku lagi-lagi mendapati pintu rumahku tertutup, tapi aku lihat ada sandal laki-laki di luar rumah. Mungkin Ibuku lagi nih, atau ayahku sudah pulang. Akhirnya aku putuskan untuk mengintip dari sela-sela kaca ruang tamu.

Kulihat ibuku tengah ngobrol dengan seorang laki-laki, ku kenal dia karyawan ayahku yang tinggal di kampung menjaga ternak kami. Namanya Pak Karmin, orangnya tinggi besar dan hitam seperti orang negro. Pak Karmin mau pamit pulang. Dia berdiri dan hendak melewati ibuku yang duduk di sofa. Ibuku memegang tangannya. Pak Karmin menoleh heran.
"Ada apa Bu?" tanyanya.
"Kamu mau langsung pulang Min?"
"Iya, Bu. Ternak nanti nggak ada yang ngasih makan."
"Istri dan anak kamu kan ada."
"Tapi itu tugas saya Bu."
"Kamu jangan cuma bisa merawat sapi-sapi itu, Min."
"Cuman itu yang saya mampu, Bu."

Ibuku masih memegang tangan Karmin dan dia masih berdiri tepat di hadapan Ibuku yang duduk.
"Kamu sepertinya bisa yang lain, Min."
"Maksud Ibu apa?" tanyanya lugu.





"Kamu bisa merawat saya sebentar."
"Merawat gimana bu?" tanyanya makin bingung.
Ibuku tak menjawab, tapi langsung tangannya beraloh ke selangkangan Pak Karmin. Pak Karmin terkejut dan sedikit mundur.

"Nggak usah takut, Min. sini, kamu rawat Ibu dulu."
"Jangan bu, nanti Bapak tahu."
"Bapak di luar kota, Min, nggak ada di rumah ini."
"Anak Ibu?"
"semua sedang pergi. Ayo sini maju."
Karmin seperti dicocok hidungnya maju ke arah Ibuku yang langsung menyambut dengan kemabli menggerayangi selangkangan Pak Karmin yang Masih berdiri.
"Udah lama aku pengen ini-mu, Min." kata Ibuku sambil menyentuh kontol Pak Karmin yang tampaknya mulai menegang, terlihat dari celana yang dipakainya menggelembung di sekitar selangkangan.

Pak Karmin diam saja berdiri di depan Ibuku yang terbakar birahi. lalu pelan Ibuku menarik ke bawah celana Training yang dipakai Pak Karmin hingga kontolnya muncrat keluar. Ternyata Pak Karmin nggak pakai CD, memang orang di kampung jarang yang pakai CD. Ibuku langsung terbelalak melihat penis yang begitu panjang dan besar. Aku juga sedikit kaget melihat penis sebesar itu. Akbar dan Pak Sharif kalah. Ibuku langsung mengjilati kepala penis itu pelan seperti makan es krim. Pak Karmin menggelinjang kegelian, mungkin belum pernah kontolnya di hisap istrinya. Kepala penis Pak Karmin jadi sasaran empuk hisapan Ibuku yang mulai memasukkan penis Pak Karmin ke mulutnya. Pak Karmin mendesis.

Tangannya memegang kepala ibuku dan meremas rambutnya. Ibuku berdiri dihadapan Pak Karmin, meraih tangannya dan meletakkan di dada Ibuku. Pak Karmin mulai aktif dan melepas baju daster yang dipakai ibuku. Melepaskan ikatan di pundak hingga jatuh ke bawah dan nampaklah dihadapannya Ibuku Cuma memakai CD dan Bra berwarna putih. Tangan ibuku masih berada di penis Pak Karmin. Lalu ibuku membuka kaos yang dipakai Pak Karmin hingga terlihat dadanya yang bidang dan hitam. Ibuku terlihat semakin bernafsu. Lalau melepaskan training yang dipakai Pak Karmin hingga dia telanjang bulat. Pak Karmin menunduk dan mencumbui tetek Ibuku yang masih terbalut Bra. Ibuku mengocok kontol Pak Karmin. Mereka berpagutan mesra, suara cipokan bibir mereka terdengar.
"Mmhh.."

Tangan Pak Karmin meraba punggung Ibuku dan melepaskan kansing Branya. Lalu dia meremas toket Ibuku pelan, menunduk dan mengecupnya. Lidahnya menjilati puting tetek Ibuku yang muali mengerang dan menggelinjang. Tangannya terus mengelus kontol. Pak Karmin makin liar, mencumbu terus toket ibuku, menggigit dan menjilat.
Ibuku mendorong tubuh Pak Karmin duduk di sofa. Pak Karmin mengangkangkan kakinya, ibuku berlutu dihadapannya dan mulai menjilati kontol Pak Karmin yang tegak berdiri, hitam dan menantang. Ibuku menjilati dari bagian buah peler, lalu menuju ke atas, ke arah kepala penis, disana dia memasukkan kepala kontol ke mulutnya dan memainkan dengan lidah di dalam mulut. Pak Karmin menggelinjang hebat.
"Ohhss.."

Tangan Ibuku mencengkeram penis itu dan menjilatinya lagi dari setiap sudut. Pak Karmin menggelinjang. Ibuku memasukkan semua penis ke multunya dan mengocoknya pelan, maju mundur.
"Ohh.. Buu.. teruss.. Bu.. enakk.. hh.."
Ibuku makin liar dan mengocok penis Pak Karmin sambil mengulum buah pelernya. Pak Karmin menggelinjang lalu menjerit tertahan. Spremanya muncrat ke sekitar perut dan wajah Ibuku. Ibuku menjilati sperma itu sampai bersih. Pak Karmin terduduk lemas di sofa. Ibuku bangkit ke dapur mengambil air minum dan memberikannya pada Pak Karmin.

"Gimana, Min?"
"Terima kasih Bu, nikmat sekali. Saya baru tahu cara begitu."
"Istrimu nggak pernah mengisap kontolmu?"
"Nggak pernah Bu, kami kalo ngentot aku yang di atas dan dia di bawah, udah. Pernah sih bu, aku nonton video bokep pemersatudotfun trus melihat gaya-gaya ngentot, tapi waktu kupraktekkan sama istriku dia nggak suka."
"Kampungan istrimu. Makanya sering-sering ke sini, Min, kalo Bapak nggak ada."
Ibuku duduk di samping Pak Karmin yang masih lemas telanjang. Lalu memasukkan tangannya ke memeknya sendiri yang masih terbalut CD. Dia mencoba masturbasi di depan Pak Kamrin dan mencoba merangsangnya lagi. Pak Karmin tidak lama langsung konak lagi, penisnya mulai ngaceng lagi. Lalu dia berdiri, meraih kaki Ibuku dan melepaskan CD putih Ibuku. Lalu dia berlutut di hapan memek Ibuku yang mengangkang. Pelan dia menjilati memek Ibuku.

"Bu, memek Ibu harum ya."
"Ya, karena dirawat, Min. terus jilatin, Min."
Pak Karmin menjilati sekitar memek Ibuku, lalu menjilati klirotisnya pelan. Menusuk-nuskkan lidahnya ke memek Ibuku yang asyik merem-melek dan menggelinjang pelan.
"Teruss, minn..enak minn.." erang Ibuku membuat Pak Karmin makin semangat. Tangannya juga Ikut memainkan klirotis Ibuku sementara lidahnya menjilati sekitar memek.
Pak Karmin berlutut dan mengarahkan penisnya ke memek Ibuku.
"Masukkan, Min, kontolmu itu."
"Iya, Bu."

Pak Karmin menekan kontolnya pelan-pelan karena ibuku sepertinya takut juga dengan ukuran kontolnya Pak Karmin. Tubuh Pak Karmin condong ke depan dan tangannya bersandar pada sofa tempat Ibuku mengangkang. Ibuku membantu mengarahkan penis Pak Karmin ke lubang memeknya. Begitu kepalanya masuk, Pak Karmin mengocoknya pelan sebatas kepala yang masuk. Sesekali mereka mengulum bibir dan menjilati lidah. Lalu Pak Karmin menekan sedikit lagi penisnya, Ibuku memegang bahu Pak Karmin dan menggigit bibirnya. Pak Karmin kembali mengocok penisnya di memek Ibuku setengah batang penisnya masuk. Ibuku mengerang-erang.
"Teruss Min.. teruss.."
"Nggak sakit Bu?"
"Nggak min, enakk.. entot terus kontolmu itu Min."
"Iya Bu."
Pak Karmin mengentot lagi kontolnya hingga masuk nyaris ke pangkalnya, ibuku menekan perut Pak Karmin karena kontolnya terlalu menekan ke liang memeknya.
"Kontolmu panjang sekali Min." kata Ibuku.

Pak Karmin langsung menekan sema penisnya ke lubang memek Ibuku membuat dia menjerit tertahan. Pak Karmin lalu menciumi toket Ibuku mencoba menenangkannya. Setelah ibuku tenang, kembali dia mengentot penisnya pelan. Ibuku sepertinya mulai terbiasa. Muali bisa menikmati kontol Pak Karmin yang ukuran jumbo itu. Pak Karmin melepaskan penisnya, menaikkan kaki Ibuku ke atas dan memegangnya diatas. Lalu kembali Ibuku menuntu kontol itu masuk ke memeknya. Pak Karmin kemabli mengocok pelan, seirama.

"Teruss.. Minn.. entotin teruss, memekku gatall.. teruss Minn, makin kencang Minn..".
Pak Karmin semakin mempercepat kocokannya membuat Ibuku menggelinjang hebat dan menjerit-jerit tertahan. Lalu Pak Karmin menyuruh Ibuku menungging di lantai. Pelan dia memasukkan penisnya ke memek ibuku lewat belakag. Ibuku menumpu pada sofa. Pak Karmin mengangkat pantat ibuku sedikit naik hingga dia bisa berdiri lalu mulai mengocok dari belakang dengan memegang pantat ibuku. Tubuh mereka bergerak perlahan seiring dengan desahan tertahan dan erangan.
Pak Karmin melepaskan penisnya dan gantian duduk di sofa. Ibuku dianikkan ke atas pahanya. Kontol menancap perlahan, setelah dalam Ibuku mulai menggejot dari atas tubuh Pak Karmin.

"Ohh.. Min.. enak sekali kontolmu Min.."
"Iya Buu.. memek Ibu juga enak, kayak perawan."
"Itu karena kontolmu gede Min, makanya nggak muat."
"Terus entot Bu.. enakk.."
"Iya.. Min.. sshh.."

Ibuku semkin kencang menggejot pantatnya di tubuh Pak Karmin yang meremas punggung dan menjilati toketnya.
Kocokan mereka semakin kencang dan akhirnya kedua orang itu berpelukan erat waktu orgasme. Mereka berkuluman bibir pelan. Lalu Pak Karmin mengangakat tubuh Ibuku dan membaringkannya di kapet di lantai. Mereka terbaring bersampingan dengan lemas. Pak Karmin menopang kepalanya dan menoleh ke arah Ibuku.

"Terima kasih ya Bu, atas kesempatannya."
"Sama-sama Min, sering-sering ke sini, kalo Bapak nggak ada, ya"
"Beres bu. Saya pamit pulang dulu Bu."
"Mandi dulu, sana."
"Nanti aja di rumah Bu, nanti nggak ada lagi angkutan ke desa"
Lalu ibuku beranjak dengan telanjang ke kamar sementara Pak Karmin memakai pakaiannya. Ibuku keluar dengan handuk melilit tubuh.
"Nih, untuk ongkos. Salam untuk istrimu ya, Min."
"Makasih ya Bu."
Pak Karmin langsung pergi berbalik ke pintu, Ibuku mengikuti dari belakang. Sebelum pintu terbuka, Ibuku memeluk Pak Karmin lagi dari belakang dan meremas selangkangannya. Pak Karmin berbalik dan kembali mencium ibuku, lalu dia pergi.

Seminggu kemudian ada arisan ibu-ibu di rumahku. Ibuku memanggil beberpa anak perempuan tetangga kami untuk membantu memasak dan membersihkan rumah. Termasuk Ririn, cewek yang pernah ngentot dengan adikku dan pernah juga kukerjai walaupun belum sempat kuentot. Aku nonton VCD BF di kamarku di komputer. Pintu kukunci dan kegiatan di luar sama sekali tak kuhiraukan.

Menjelang malam, semua tamu sudah pulang. Aku turun dan mendapati Ibuku tengah berbincang di beranda belakang menghadap ke kebun buah. Ririn dan dua temannya sedang bersih-bersih. Aku pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, Ririn malu-malu menawariku makan, aku mengiyakan dan dia menyediakan makanan di meja. Temannya masih bebenah di ruang tamu.

Selesai makan aku dengar Ririn pamit pulang dengan temannya. Ibuku pindah ke ruang nonton TV dengan seorang temannya, Bu Kristine, seorang janda yang jadi teman akrab Ibuku. Aku bergabung dengan mereka, tapi sepertinya mereka malah terganggu dan beranjak ke kamar Ibuku. Aku penasaran dan pergi ke samping kamar Ibuku dan menguping percakapan mereka dari luar jendela.

"Gimana jeng, kau masih sering maen sama si Akbar itu nggak?", tanya Bu Kristine pada Ibuku.
"Masih dong Jeng, dia kan hot, masih muda dan kontolnya itu lho", mereka cekikian berdua.
"Kemaren aku ngentot sama Sarif, oh Jeng, enak banget lho, kontolnya sama dengan Akbar lho, sayang aku nggak bisa bayar si Akbar itu"
"Lah, aku juga baru maen sama Sarif seminggu lalu di ladangnya, istrinya kan sedang pergi"
"Kalau aku di rumahku Jeng, jadi lebih leluasa. Puas banget aku."


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Bokep Pemersatu Bangsa